Jombang (beritajatim.com) - Front Pembela Islam (FPI) Jombang mengancam akan melakukan sweeping terhadap cafe dan tempat hiburan jika saat bulan suci Ramadan tetap buka. Bukan hanya itu, FPI juga mendesak agar warnet dan tempat permainan PS (Play Station) tutup selama bulan suci tersebut.
"Jika cafe, tempat hiburan, warnet, dan PS tidak tutup saat Ramadan, maka kami akan melakukan sweeping. Namun dalam sweeping tersebut kami juga melibatkan pihak kepolisian," kata Ketua FPI Jombang, Habib Abu Bakar Assegaf, Rabu (11/7/2012), saat diminta komentar menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Namun untuk saat ini pihaknya masih menempuh langkah-langkah kompromis. Diantaranya, mengirimkan surat ke Muspida, MUI, serta seluruh cafe dan tempat hiburan. Intinya, FPI menghimbau cafe dan tempat hiburan tidak buka selama Ramadan. "Sedangkan Muspida, kami meminta agar hal tersebut menjadi perhatian," kata pria berdarah arab ini.
Habib beralasan, selain diduga tidak mengatongi ijin, cafe yang ada di Jombang selama ini kerap dijadikan ajang mesum kalangan muda. "Ini sangat ironis jika tetap terjadi pada bulan puasa. Jadi sekali lagi kami akan melakukan sweeping jika mareka tetap buka di bulan Ramadan," katanya mengulang.
Menanggapi hal itu, Polres Jombang tidak tinggal diam. Korps berseragam cokelat ini berjanji akan melakukan tindakan tegas jika ada ormas yang melakukan sweeping Ramadan. Alasannya, siapa pun tidak punya kewenangan dan hak untuk melakukan sweeping, karena itu menjadi tugas aparat keamanan termasuk Polri sebagai penegakan hukum.
"Tidak ada hak masyarakat untuk melakukan sweeping. Sesuai UU, menjaga ketertiban itu diberikan kepada aparat penegak hukum yaitu Polri dibantu pengamanan swakarsa," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, ketika dikonfirmasi terpisah.
Widodo juga menghimbau, jika ada hal-hal yang melanggar aturan, ia meminta agar masyarakat menginformasikannya ke polisi. Bukan lantas begerak sendiri. "Agar suasana Ramadan dapat berjalan khusyuk, kami meminta warga tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum apalagi berpotensi rusuh," pungkas Widodo. [suf/ted]
"Jika cafe, tempat hiburan, warnet, dan PS tidak tutup saat Ramadan, maka kami akan melakukan sweeping. Namun dalam sweeping tersebut kami juga melibatkan pihak kepolisian," kata Ketua FPI Jombang, Habib Abu Bakar Assegaf, Rabu (11/7/2012), saat diminta komentar menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Namun untuk saat ini pihaknya masih menempuh langkah-langkah kompromis. Diantaranya, mengirimkan surat ke Muspida, MUI, serta seluruh cafe dan tempat hiburan. Intinya, FPI menghimbau cafe dan tempat hiburan tidak buka selama Ramadan. "Sedangkan Muspida, kami meminta agar hal tersebut menjadi perhatian," kata pria berdarah arab ini.
Habib beralasan, selain diduga tidak mengatongi ijin, cafe yang ada di Jombang selama ini kerap dijadikan ajang mesum kalangan muda. "Ini sangat ironis jika tetap terjadi pada bulan puasa. Jadi sekali lagi kami akan melakukan sweeping jika mareka tetap buka di bulan Ramadan," katanya mengulang.
Menanggapi hal itu, Polres Jombang tidak tinggal diam. Korps berseragam cokelat ini berjanji akan melakukan tindakan tegas jika ada ormas yang melakukan sweeping Ramadan. Alasannya, siapa pun tidak punya kewenangan dan hak untuk melakukan sweeping, karena itu menjadi tugas aparat keamanan termasuk Polri sebagai penegakan hukum.
"Tidak ada hak masyarakat untuk melakukan sweeping. Sesuai UU, menjaga ketertiban itu diberikan kepada aparat penegak hukum yaitu Polri dibantu pengamanan swakarsa," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, ketika dikonfirmasi terpisah.
Widodo juga menghimbau, jika ada hal-hal yang melanggar aturan, ia meminta agar masyarakat menginformasikannya ke polisi. Bukan lantas begerak sendiri. "Agar suasana Ramadan dapat berjalan khusyuk, kami meminta warga tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum apalagi berpotensi rusuh," pungkas Widodo. [suf/ted]
0 komentar: