Tari Topeng Debog Ingatkan Pentingnya Penghijauan


Ragam budaya di Indonesia memang sangat banyak. Tak terkecuali tari topeng Debog (kulit pohon pisang) asal Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben Jombang. Ciri khas tari ini dilakukan di bantaran Sungai Brantas.
Berawal pada zaman Belanda, warga setempat diminta untuk membuatkan seni hiburan. Dengan permintaan pemerintah kolonial Belanda ini, tari topeng Debog ini akhirnya diciptakan pada akhir abad ke-19 oleh sesepuh warga setempat yang dikenal dengan nama Mbah No.
Seperti halnya tari-tarian pada umumnya, tari Topeng Debog juga diikuti banyak penari. Seorang berdiri di depan sebagai pengarah dan belasan lainnya berada di belakangnya dengan memakai topeng debog.
Dengan lenggak-lenggok kepala dan pinggang, para penari mulai memeragakan kelihaiannya. Selendang sutra dan alunan gending-gending Jawa, turut menghiasi tarian yang diikuti bocah-bocah SD ini.
Tari ini, sebenarnya agak sedikit sama dengan tari Remo yang juga asal Jombang. Gerakan tarian ini lebih sering memakai kaki dari pada tangan. Perbedaan menonjol lainnya adalah topeng debog yang selalu dipakai ini.
Menurut ketua Sanggar Tari Topeng Debog, Sumadi, memang tari ini tak banyak dikenal oleh khalayak. Namun, warga setempat, selalu melakukan ritual ruwatan desa dengan cara mempertunjukkan tarian ini.
Sementara itu Sumadi juga mengatakan, tari yang dilakukan di bantaran Sungai Brantas ini untuk mengingatkan pentingnya penghijauan yang dipenuhi pepohonan pisang di bantaran sungai agar tak longsor.
“Tepian sungai Brantas memang banyak terdapat pohon pisang. Untuk mengingat pentingnya pohon pisang, tari ini dinamakan Topeng Debog,” kata Sumadi saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Minggu (4/12/2011).
Dia berharap, tarian yang telah berumur 100 tahun lebih ini bisa dikembangkan dan dikenal khalayak. Saat ini, sekitar 200 lebih anak didiknya di sanggar telah fasih menari.
“Mulai usia dini, anak desa kami sudah diajarkan menari. Biar kesenian khas ini tak hilang,” pungkasnya.

Share on Google Plus

0 komentar: