Gua Sigolo-golo terletak di Desa Sranten, Desa Panglungan, sekitar 8 kilometer dari kota Kecamatan Wonosalam, Jombang. Untuk bisa sampai di sana bisa dicapai dengan mengendarai kendaraan, roda dua maupun empat. Menurut cerita yang berkembang, di dalam gua yang berukuran panjang sekitar 9 meter dan lebar sekitar 10 meter lersebut, dulunya dijadikan sebagai tempat semedi oleh Patih Maudoro, seorang Patih dari Kerajaan Majapahit, yang juga ayah kandung Damar Wulan. Benarkah?
Kondisi alam di sekitamya memang cukup menan tang sekaligus mengasyikkan. Mengapa demikian? Karena sekitar 200 meter sebelum lokasi gua, pengunjung ‘diwajibkan’ berjalan kaki melalui jalan setapak yang berliku dan naik turun. Pada sisi kanan kirinya terdapat hamparan jurang nan terjal namun tidak tandus. Dan ketika sampai di sekitar gua pun, pengunjung harus melalui satu fase lagi yakni menuruni bebatuan yang sebetulnya berada tepat di atas gua. Jalannya masih alarm dan belum tersentuh tangan jahil. Hamparan bebatuan yang tersebar di sepanjang jalan terjal itu oleh sebagian orang dianggap sebagai ‘penghalang’ jalan menuju lokasi goa.
Namun oleh sebagian orang lainnya justru dianggap sebagai nilai seni yang sangat menarik. Bahkan ada yang berpandangan kondisi seperti itulah yang seakan menjadi gambaran betapa gigihnya ‘upaya’ yang dilakukan oleh beberapa petinggi Kerajaan Majapahit waktu itu.
Tempat Semedi
Menurut cerita yang berkembang, termasuk dari sesepuh dan bahkan Kepala Desa Panglungan, Suyitno, Gua Sigolo-golo, pada zaman Kerajaan Majapahit, merupakan tempat favorit bagi sebagian petinggi kerajaan, termasuk Patih Maudoro. Pasalnya, ayah kandung Damar Wulan itu acapkali nepi (bersemedi, red) di sana. Selama berada di dalam goa, yang dilakukan Patih Maudoro tidak lain hanyalah ‘berdoa’ dan mendekatkan diri kepada sang Hyang Pencipta. Salah satu permintaan yang terus dia kumandangkan, agar semua rakyat (yang hidup dalam lingkup Kerajaan Majapahit, red) diberikan kesehatan dan kesejahteraan.
Disamping menperdalam ilmu khusus bagi dirinya sendiri. Tidak salah kiranya jika belakangan ini Gua Sigolo-golo indentik sebagai tempat nepi khusus bagi mereka yang mempunyai niatan baik. Seperti Dalang yang ingin ‘memperdalam’ keterampilan. Sebaliknya, apabila ada diantara pengunjung mempunyai niatan kurang baik, maka diyakini akan mendapatkan masalah.

0 komentar: